Sekali digigit, dua kali malu. Itulah motto Anastasia saat ia terbangun dengan kesempatan kedua dalam hidup sebagai Permaisuri di novel favoritnya. Setelah menyadari bahwa cinta sejati pun tidak dapat mengubah takdir, Anastasia berupaya membantu suaminya, sang Kaisar, menemukan akhir yang bahagia bersama sang protagonis wanita--pahlawan wanita sejati dalam cerita tersebut. Tampaknya Kaisar mempunyai pemikiran lain. Dia mendorongnya menjauh sehingga mereka berdua bisa hidup, tapi Kaisar tidak yakin apakah dia ingin hidup tanpa ratunya.