Setelah kehilangan orang yang dicintainya, Jisu mendapat bantuan dari murid mendiang neneknya yang memberinya tempat tinggal. Namun pertemuan pertamanya dengan Hajin, putra dari keluarga tersebut, justru berakhir dengan kesalahpahaman ketika ia dianggap sebagai penguntit. Kini Jisu harus berusaha memperbaiki hubungan mereka—yang mungkin berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar pertemanan.