Hidup berarti hidup untuk orang lain. Selalu hidup untuk tetangga yang malang, ibu, dan bibinya, Ji-eun bertemu Eui-tae, kakak laki-laki dari satu-satunya teman di lingkungannya yang bernama Eui-ju, di pemakaman Eui-ju pada musim dingin tahun ketiga SMA-nya.“Kamu pasti Yang Ji-eun.”Meskipun pria itu bahkan tidak bisa memegang sumpit dengan benar dan memiliki pekerjaan yang tidak pasti, Ji-eun menganggapnya menakutkan namun terus merasa tertarik padanya, yang pada akhirnya membawakannya lauk pauk dan bahkan mengajarinya. Pria paling menyedihkan yang pernah dia temui. Perasaan Ji-eun, yang berawal dari rasa kasihan, perlahan mulai mekar menjadi sesuatu yang lain.“Aku menyukaimu.”“Ji-eun, kau adalah orang pertama yang mengatakan padaku bahwa kau menyukaiku.”Hidup hanyalah tentang bertahan. Eui-tae, yang mengira dirinya sebatang kara di dunia ini, mulai memiliki keinginan untuk pertama kalinya setelah bertemu Ji-eun. Berharap dapat menghabiskan sisa hidupnya bersama gadis itu. Berharap momen ini akan bertahan selamanya.