Clarence pulang dari perang sebagai pahlawan, tetapi kenangan pahit di medan perang membuatnya meninggalkan gelar ksatria dan mencoba hidup tenang jauh dari ibu kota. Namun kepergiannya justru memicu pencarian besar, ketika seorang pangeran kekaisaran, penyihir sinis, pendeta bijak, dan ksatria setia mulai mencarinya—membuktikan bahwa bagi mereka, Clarence jauh lebih berarti daripada yang ia kira.