“Berhentilah bicara omong kosong dan posisikan dirimu di bawahku. Aku yang akan melakukannya dari atas.”
“Ya, ya, bahkan air dingin pun ada urutan atas dan bawahnya, jadi aku yang akan berada di bawah.”
Yujin tersentak mendengar percakapan mereka yang sulit dipahami. Bahkan momen-momen ketika dia sama sekali tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pun menjadi sebuah rangsangan tersendiri baginya.
“Choi Yujin, merangkaklah.”
Mendengar perintah yang sudah familier itu, Yujin meletakkan kedua tangannya di lantai dan membungkuk. Segera setelah itu, gelombang panas terasa di antara pinggulnya.