Setelah perang, restoran Anna menyatukan desanya. Dia menampung hewan-hewan terlantar dan menanami lahan pertanian dari ladang yang hancur akibat perang. Ketika seorang pria bertubuh besar seperti beruang, Bertram, datang ke kota, Anna mempekerjakannya untuk memotong bawang. Bertram tidak meneteskan air mata. Sebaliknya, ia menawarkan jasanya untuk melunasi hutang kepada mendiang ayah Anna. Sementara itu, Bertram, yang kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi, tidak kebal terhadap kehangatan Anna. Saat berbagai kekuatan berkumpul di sekitar desa, sebuah kisah menawan tentang kutukan, kehilangan, dan cinta pun terungkap.