Hunter dan Jiyou adalah tetangga di sebuah apartemen mewah.
Jiyou, seorang “gadis pemalu” yang suka duduk tenang dan membaca, dan Hunter, seorang pemain tenis berbakat dan “anak populer” yang tidak bisa diam sejenak, adalah dua kutub yang berlawanan dalam segala hal.
Ini adalah pertemuan antara seorang laki-laki dan perempuan yang hidup di dunia yang berbeda.
Meskipun mereka dipaksa bertemu oleh ibu mereka, Jiyou segera menjadi sosok yang tak tergantikan dalam kehidupan Hunter.
“Aku perlu memeriksa sesuatu. Apa kamu benar-benar pembawa sial atau bukan.”
Saat Hunter memenangkan setiap pertandingan yang disaksikan Jiyou, ia mulai yakin bahwa Jiyou adalah “pembawa sialnya.”
Kesal dengan permintaan Hunter yang terus-menerus untuk menghadiri setiap pertandingan, Jiyou berpikir sebuah rencana cerdas.
Dia menulis nama Hunter di telapak tangannya dan dengan lembut menyentuhkan bibirnya ke nama itu, dan keesokan harinya, Hunter benar-benar kembali dengan piala kejuaraan.
Terikat bersama di bawah nama pembawa sial, hubungan mereka semakin dalam, tapi tragedi besar menimpa Jiyou begitu ia dewasa.
“Jiyou Parker, aku baru saja menjualmu seharga 100.000 dolar.”
Jiyou, yang memanfaatkan Hunter untuk bertahan hidup,
dan Hunter, yang memanfaatkan Jiyou karena kutukan.
Dalam tenis, ‘love’ berarti nol. Sebuah
permainan cinta yang dimainkan antara keduanya di tengah hubungan yang terjalin dengan kenangan masa kecil yang hangat, kegembiraan baru yang mekar di penghujung masa pubertas, dan hubungan cinta juga benci yang lahir dari kesalahpahaman dan kesempatan yang terlewatkan.
Lalu siapa yang akan menjadi pemenangnya?