“Kamu cuma punya aku, kan?”
“Iya. Hanya kamu yang aku punya.”
Aku pikir itu hanya obrolan santai—sekadar fanservice belaka. Aku sama sekali tidak menyangka Taekyung menganggapnya serius.
“Jangan menikah.”
Plak, plak, plak! Taekyung terus menghentaknya dengan kuat dan, setelah menancapkan dirinya dalam-dalam sekali lagi, ia melepaskan puncaknya dengan deras di dalam dirinya.
“Aah! Cabut… Mau keluar… Ah! Haa…”
Yeeun menggeliat dan gemetar saat ia merasakan kehangatan yang memenuhinya dari dalam. Ini juga pertama kalinya ia menerima air mani seorang pria, dan kenikmatan yang menyebar ke seluruh tubuhnya membuatnya merasa seolah-olah ia bisa meleleh sepenuhnya.
“Tapi kalau kamu masih bersikeras melakukannya…”
Taekyung menggerakkan kejantanannya maju-mundur di dalamnya, memeras hingga tetes terakhir. Sejumlah besar cairan putih pekat mendesak keluar melalui celah sempit di antara mereka dan mulai menetes.
“Saat kamu kembali nanti, jangan gunakan alat kontrasepsi. Apa pun yang terjadi.”