Fukami Kokoro mampu membaca pikiran orang lain, tetapi kemampuan itu justru membuatnya muak pada kepalsuan manusia. Hingga ia bertemu seorang pria yang pikirannya begitu blak-blakan dan penuh niat tersembunyi, tanpa sedikit pun menyembunyikan perasaannya. Untuk pertama kalinya, Kokoro merasakan ketenangan karena tak ada kebohongan—dan perlahan, hatinya yang tertutup mulai terbuka.