“Sadarilah bahwa kau tidak ada gunanya lagi. Kau sudah ketinggalan zaman.” Dion, seorang penyihir pemulih yang menerima kata-kata itu, terluka parah akibat ulah rekan-rekan satu timnya dan ditinggalkan begitu saja di bagian terdalam dungeon dengan tingkat kesulitan tertinggi. Saat nyawanya berada di ujung tanduk, ia tak sengaja bertemu dengan seekor naga yang sedang sekarat. Menyadari bahwa ia tak bisa menyelamatkan nyawa naga itu, Dion menggunakan kemampuan penyembuhnya untuk merawat sang naga hingga saat-saat terakhirnya. Sebagai balas budi, naga tersebut mengucapkan terima kasih dan bahkan mewariskan kekuatannya kepada Dion. Ternyata, naga itu adalah sosok legendaris yang setara dengan dewa naga. Dion pun berhasil meloloskan diri dari dungeon bersama rekan barunya—sang naga—dan memulai kembali hidupnya sebagai petualang. Ia berhasil menaklukkan berbagai dungeon sulit yang menghadang jalannya; kemampuannya pun diakui, dan kini ia memiliki sekutu-sekutu yang tangguh di sisinya.